Thursday, May 04, 2006
PMS

Inilah yang harus ditanggung wanita, setiap wanita normal di dunia ini. Pre Menstruasi Syndrome. Para lelaki harus ekstra sabar menghadapi wanita-wanitanya dalam fase seperti ini. Harus sabar dan penuh pengertian. Kalu minta pijit ya dipijitin, kalau minta coklat ya dibeliin, kalau pingin marah ya harus nrimo. Kasihan ya ? Tapi begitulah penderitaan wanita di setiap bulan, kecuali yang hamil (bisa saja lebih parah). Badan sakit semua, beban tubuh terasa lebih berat dan emosi labil.

Ya, seperti aku sekarang ini. Bawaannya sensi, menangis dengan sebab (lho?). Karena badan sakit semua, bawaannya ngelamun. Kadang sedih, kadang males. Kok jelek-jelek semua ya? Dan yang paling membuat aku berpikir adalah masalah status jobless dan bayangan Almarhum Ayah dan Almarhumah Yupah. Aku sering menangis usai sholat, bahkan bangun tidur pun nangis, nyetir motor nangis. Semua kenangan dengan Ayah dan Yupah melintas terus di pikiranku.
Aku tau seharusnya nggak perlu sampe nangis lagi, toh ditangisi gimanapun juga mereka nggak akan kembali. Aku menangis karena aku manusia, aku punya salah ke mereka. Aku menangis karena aku takut kesalahanku tidak akan termaafkan dan semua akan dipertanyakan setelah aku mati nanti. Aku masih sering bermimpi tentang Ayah dan Yupah.

Soal jobless. Sebenarnya seminggu yang lalu aku dapat kerja di sebuah advertising, tapi Ibuku dan pacarku gak sreg, selain itu kebetulan feelingku juga gak enak kerja disitu. Jadilah eq keluar dari kerjaan. Dan sekarang, eq bad mood sekali. Gara-gara disuruh magang justru tempat magangku tidak memberikan respon yang baik, padahal bosnya kenal ma nyokap. Hayyahh...KKN nih :P malu aku...

Yasud deh, moga aja PMS-nya kelar biar ga bt lagi. Amin.

*thx 4 nien, aku juga baru sadar kalo salah setelah ngepublish :P

eq @ 06:44