Friday, April 07, 2006
Not Feminin? Why Not?

Gara-gara membaca sebuah polling di halaman Deteksi Jawa Pos tentang cewek tomboy, eq jadi teringat kisah nyata. Dalam polling itu disebutkan kalau 82,5% cowok suka cewek yang feminin dan 17,5% sisanya suka cewek tomboy. Salah satu responden mengatakan kalau lebih suka punya pacar feminin, kalau cewek tomboy lebih enak dijadikan teman. Responden itu juga bilang kalau cewek memang harus feminin, mulai dari cara jalan, cara ngomong sampai wataknya.
Komentar eq : YEAH WHATEVER !!!

Pertanyaan kedua dalam polling itu adalah “apa yang kamu lakukan jika pacarmu tomboy?” 49,4% cowok yang jadi responden meminta si cewek untuk berubah, 36,4% memilih membiarkan dan 5,8% sisanya memillih untuk mengikuti gaya si pacar. Salah satu keterangan dari responden yang ditulis di koran –dan agak menjengkelkan- adalah ancaman putus kalau si pacar tidak mau berubah.
Komentar eq : Ya kalau nggak mau pacaran sama cewek tomboy ngapain jadian, mas ?

Trus tentang kisah nyata yang sudah disebut diatas, hubungannya adalah sesuai dengan kondisi eq sekarang. Eq yang tidak feminin, tidak lemah lembut, tidak bisa jaim, mendapat sebuah permintaan dari “seseorang” untuk berubah menjadi lebih kalem. Untungnya dia tidak pakai acara ancam-mengancam, jadi eq hanya bisa memberi janji untuk berusaha sebaiknya. Paling tidak, eq bisa masak dan rajin merawat diri. Kurasa itu sudah cukup untuk menjadi kelebihan seorang cewek tomboy.

eq @ 16:02