Sunday, April 30, 2006
HAK ASASI MANUSIA MATI ?

Rangkaian kasus yang muncul di televisi memang membuat emosi. Soal pro dan kontra RUU APP sampai pembakaran pendopo kabupaten Tuban. Saya ingin menyorot soal pro dan kontra RUU APP, diataranya mengenai kasus pengusiran Inul, tindakan FBR mendatangi Ratna Sarumpaet, tindakan FBR yang meminta para pendukung demonstrasi di Bundaran HI oleh para seniman beberapa waktu yang lalu sampai soal peredaran majalah Playboy yang menurut saya sudah basi. BULLSHIT !!! Katanya negara demokrasi, katanya saling menghargai, Pancasila-nya dimana ? Pernah SD gak sih ? Bisa baca gak sih ? Sudah jelas-jelas tertulis di backdrop panggung pawai kesenian *bukan demonstrasi seperti yang FBR bilang* kalau aksi tersebut MENOLAK PORNOGRAFI dan MENOLAK RUU APP sebagai jalan keluar. Mungkin ada yang melihat wawancara khusus SCTV dengan Ratu Hemas soal penolakan beliau terhadap RUU APP ? Saya setuju dengan beliau, kalau yang dipermasalahkan adalah tampilan di media massa mengenai pornografi, seharusnya yang perlu direvisi lagi adalah UU Penyiaran, bukan membuat UU baru.

Soal pengusiran Inul. Ini lucu sekali, hanya gara-gara Inul mengikuti pawai kesenian itu, sudah dianggap mendukung pornografi. Sekali lagi, jangan menelan berita setengah-setengah, apalagi langsung telan tanpa kunyah. Kalau memang begitu, usir saja semua seniman di Jakarta, pindah Surabaya aja yuuk…

Soal Ratna Sarumpaet. Diskusi yang diadakan oleh Ratna dan pengurus pusat FBR semakin menunjukkan pihak mana yang menang dan kalah, pihak mana yang terlihat cerdas dan tidak, siapa yang tahu etika dan siapa yang tidak. Kalau berbicara dengan orang lain, setidaknya lepas kacamata hitamnya donk, pingin niru Ian Kassela ya ?

Dan sejak kapan masyarakat di kota-kota besar memiliki hobi main hakim sendiri ? Saya percaya, setidaknya orang-orang yang bernai protes dan berunjuk rasa di depan umum adalah orang-orang yang berpendidikan. Dan saya percaya waktu SD mereka semua mendapat pelajaran PPKn atau PMP dan juga saya yakin mereka semua punya atau paling tidak pernah membaca UUD’45 yang didalamnya terdapat Pancasila dan pasal-pasal UUD’45. Setau saya, setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk mengeluarkan pendapatnya. Dan menurut saya, kalau tidak setuju dengan pendapat orang lain, jangan main hakim sendiri. Seingat saya, hampir di setiap ulangan PPKn atau PMP selalu muncul soal seperti itu yang intinya melarang kita main hakim sendiri. Heran deh, pernah SD gak sih ?

Soal peredaran majalah Playboy yang dianggap medukung pornografi dan pornoaksi. Yang perlu disweeping itu sebenarnya otak-otak para demonstran dan tukang sweeping. Majalah dan poster porno setelah di-sweeping dikemanakan, hayo ? Dibakarkah? Dibuangkah ? Konyol sekali ! Pasti disimpan dan dijual lagi beberapa tahun kedepan, gak peduli edisi lama yang penting kan isinya, tul gak ? Percaya atau tidak, ini sudah menjadi rahasia umum. Kebetulan saya punya kenalan seorang polisi tukang sweeping dan dia dengan mudah memberikan barang bukti kepada seorang teman – betewe dia ngrayu temen saya biar jadi ceweknya – NAH ! Saya nggak percaya semua barang bukti dan barang hasil sweeping akan dimusnahkan, atau bahkan dikonsumsi sendiri ! Saya tidak menuduh polisi (saja), tetapi bagaimana dengan oknum-oknum lain yang sweeping majalah porno juga ? Hayo…dikonsumsi sendiri ya, mas ?

Soal tindakan anarkis di Tuban. Ini yang paling menyakitkan. Kelihatan sekali kalau pasangan calon Bupati dan wakil yang gagal gak legowo sama hasil pemilihan Bupati. Pendukung NonsTop (Noor Nahar Hussein – Go Tjong Ping ) mengamuk dan membakar Pendopo. Halooo ??? Pendopo gituuh… Pernah belajar sejarah gak, Pak ? Saya percaya pendukung resmi alias tim sukses sebuah pemilihan Bupati pasti berpendidikan. Tapi apakah pasangan yang dicalonkan juga berpendidikan ? Seharusnya iya. Saya menduga, ada uang dibelakang semua ini. Setau saya pemilihan Bupati itu butuh uang, pasangan yang mencalonkan diri pun butuhu ang untuk merangkul pendukung. Sembarang pendukung yang penting bisa memberi suara. Saya sangat percaya itu. Ya Ampun….Pendopo ??? Salah apa sih pendopo itu ? Dan koraban kerusuhan pada Sabtu naas itu bukan hanya pendopo, tapi juga Gudang CV 99, Hotel Mustika, Kantor KPUD, rumah bupati terpilih yang baru dibangun, gedung GOLKAR, beberapa kendaran bermotor. DASAR TIDAK BEROTAK !!!!! Bukan begitu caranya protes, bukan begitu caranya mengeluarkan pendapat !
Bahkan 2 SPBU hampir saja dibakar tapi berhasil digagalkan oleh petugas kepolisian.

Ya, saya menangis, bukannya saya membela Bupati Tuban terpilih, tapi soal pendopo yang dibakar. Saya sangat peduli dengan bangunan-bangunan tua, apalagi di kota seperti Tuban, yang saya percaya, belum banyak bangunan pencakar langit, saya percaya penataan kota-nya masih mengikuti ajaran Jawa. Saya saja bermimpi punya pendopo sendiri untuk tempat latihan menari anak-anak saya nanti *boleh kan bermimpi ?*

Intinya, ternyata pendidikan MORAL DAN BUDI PEKERTI itu penting sekali. Disini kita perlu belajar bagaimana menerima kekalahan, bagaimana berkehidupan sosial, bagaimana bertenggang rasa, bagaimana mengungkapkan pendapat, bagaimana menghormati orang lain yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda. Jangan berpikir tentang seks dan pornografi ! Karena menurut saya seks itu alamiah, kalau anda terangsang melihat tayangan di televisi, jangan salahkan tayangan tersebut apalagi tim kreatifnya. Semuanya itu alamiah, kalau memang sudah waktunya anda terangsang mengapa harus dibatasi ? Bisa-bisa sakit perut !
KALAU TIDAK INGIN TERANGSANG YA JANGAN DILIHAT !

* Pembahasan soal Pornografi dan Pornoaksi dalam otak saya juga menyangkut multi agama di negara kita dan beragam budaya di Indonesia. Indonesia bukan hanya Jakarta dan kota-kota besar, tapi juga pulau-pulau kecil yang belum memiliki nama. Seharusnya kita memikirkan kesatuan negara kita, saudara-saudara kita di perbatasan yang tidak mengenal presiden dan tidak tahu pembawa acara Ceriwis itu siapa, yang patut kita khawatirkan adalah hilangnya pulau-pulau kita karena dieksploitasi investor asing, hilangnya sumber daya alam karena kebodohan kita !

eq @ 08:18