Wednesday, February 01, 2006
Bestfriend Forever [kah?]

Kupandangi foto dalam komputer dihadapanku. Pantai yang indah. Tapi yang lebih indah adalah sosok hitam manis di pojok kiri layar, nangkring pakai kaca mata hitam dan telanjang dada, walaupun hanya terlihat sebagian kecil saja. Ya, aku memandangi foto seseorang yang sedang kukagumi sekarang. Badannya bagus. Entah darimana pikiran itu datang, bukan sesuatu yang kotor melainkan kenyataan. Dia memang manis. Orang Jawa asli. Looks so gentle !

Aku jadi teringat kejadian sore tadi. Tiba-tiba saja, salah satu sahabatku, sebut saja Putri, datang ke rumah. Kedatangannya kali ini untuk menceritakan tentang salah satu gebetan di kampusnya. Aku mengenal gebetannya itu. Namanya Vidi.

Vidi seseorang yang tertutup tapi ramah. Aku tidak tahu, peri apa yang membisikkan perasaan aneh itu pada Putri. Padahal kalau mau diruntut dari awal, sudah lebih dari hitungan jari cowok yang jatuh hati padanya dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini. Sejak Putri menjadi jomblo 2 tahun lalu karena putus sama cowok yang paling disayangnya. Kata Putri sih gitu, menurutku ya kurang lebih sama. Dari semua cowok-cowok yang bilang sayang, bilang suka, bahkan melamar pun ada, tapi tidak satupun diterima. Dunia memang aneh. Aku saja berharap ada yang melamar.

Putri cerita, hari ini dia ke kosnya Vidi, untuk mengerjakan sesuatu tentang TA. Katanya dia sempat tertidur disana saking capeknya seharian beraktifitas dari pagi. Memang tidak terjadi apa-apa, dan menurutku hal itu sangat lumrah terjadi di sekitaran kampus kami yang memang mayoritas cowok. Sekedar istirahat atau leyeh-leyeh di kasur temen cowok itu biasa. Asal diatas kasur sendirian, tidak ditemani yang punya kamar kos. Selesai berurusan dengan Vidi, dia pun pulang. Vidi mengantarnya sampai depan mobil. Dalam mobil, dia terdiam. Perasaannya selalu jadi aneh setelah bertemu Vidi, padahal dia tahu kalau sahabatnya, Tia, lebih dulu menyukai makhluk Jawa nan manis itu. Tia lebih sering keluar bareng Vidi, entah itu untuk urusan makan, pinjam buku, nonton futsal, belajar program ataupun bikin desain. Aku tahu Tia memang lebih menyenangkan dalam hal pembicaraan, Tia lebih banyak informasi dan suka ngobrol dibandingkan Putri. Aku sendiri juga kenal dekat dengan Tia, walau tidak sedekat dengan Putri.

Memang kuakui, Tia selangkah lebih maju dibanding Putri. Boleh dibilang, Putri terlambat menyadari kalau Vidi itu manis dan cakep jadinya dia terlambat sadar untuk get closer in romance with him. Bahkan, Putri telah setahun lebih awal mendukung program pe-de-ka-te Tia ke Vidi. Putri banyak melakukan hal-hal kecil yang membuat mereka menjadi bersama atau paling tidak bertemu dan berinteraksi.

Bodoh, mungkin itu yang dipikirkan Putri sekarang. Tidak mungkin dia ”bertarung” melawan sahabatnya sendiri. Putri tahu Tia itu sahabat yang baik dan dia tahu bahwa Tia sendiri juga telah mempunyai seseorang yang mencintainya, bahkan melamarnya. Tetapi hati Tia tidak pada orang itu, melainkan pada Vidi.

Putri sekarang bingung. Tadi dia datang ke rumahku sambil minta diputar lagunya Slank yang judulnya Ku Tak Bisa. Katanya lagu itu mengingatkannya pada Vidi. Dia bingung. Sebenarnya dia bisa saja bertindak agresif, mengirimkan sinyal-sinyal sayang kepada Vidi, memberi perhatian seperti sms-sms gak penting, kirim sarapan tiap pagi ke kosnya. Tapi sepertinya tindakan-tindakan seperti itu tidak akan dia lakukan. Putri benar-benar bingung, apa yang harus dilakukan terhadap perasaannya kepada Vidi, seseorang yang telah menemaninya lebih dari 4 tahun dalam kehidupan kampus dan organisasi, seseorang yang telah mengenal watak asli Putri, seorang partner, yang sekarang tampak mempesona dimata Putri. Disamping itu, dia juga tidak akan mengkhianati sahabatnya sendiri tentu saja. Hal itu sudah kutekankan padanya. Karena menurutku lebih baik kehilangan seorang cowok daripada kehilangan seorang sahabat. Cukup aku saja yang pernah kehilangan sahabat gara-gara cowok. Putri sahabat baikku. Tia temanku. Vidi, ya aku kenal dia lewat organisasi kampus.

Putri sudah pulang usai Maghrib tadi setelah hujan reda. Dan aku melihat foto Vidi sekali lagi di komputerku, Putri pernah menitipkannya disini. Ternyata Vidi manis juga.

*Nama-nama diatas disamarkan untuk kebaikan bersama.

eq @ 17:26