Saturday, September 24, 2005
Surabaya Memang Panas

Mengapa saya kehilangan kelihaian dalam mengendarai motor di jalanan? Tidak tahu. Akhir-akhir ini, sepertinya saya tidak canggih lagi dalam menyetir sepeda motor. Puncaknya kemarin, Jumat siang waktu mau mengantar teman pulang. Arah Surabaya Pusat dari Surabaya Timur. Tidak tahu kenapa, semua pengendara kendaraan bermotor di sepanjang jalan sepertinya sedang tidak bersahabat. Sedikit-sedikit saya harus nge-rem, mau nge-gas diatas 50 km/jam rasanya tidak mungkin. Kemarin juga banyak truk di lampu merah. Ada apa sih? Akibat terlalu banyak nge-rem hampir saja serempetan dengan kendaraan lain. Duh, hilang kemana ya keahlian menyetirku? Mungkinkah karena ban sepeda kurang angin, jadi kurang sip untuk dibuat ngebut ?

Akhirnya, terjadi juga apa yang tidak diinginkan. Waktu lampu merah dalam perjalanan pulang, saya sudah buta hati karena lapar dan ingin segera pulang, motor melewati celah diantara dua mobil. Mungkin saya kurang konsentrasi dan estimasi, celah tidak cukup, kecepatan tanggung untuk di-rem. Brak !! "Ups ...soriii..." --werrrrr.......-- Spion, saya nabrak spion mobil sedan. Tapi saya sudah minta maaf kok, mungkin pengendara mobilnya tidak mendengar. Ya iyalah, saya bilang maaf sambil lalu. :D Untung lampu langsung hijau, saya langsung kabur secepat mungkin dan memilih jalur yang selama ini jarang kulewati. Maafkan aku, semoga pengendara mobil sedan itu sedang berbahagia dan mendengarkan musik metal jadi tidak dengar kalau spionnya saya tabrak.

What a day ! Ada apa ya? Apa mungkin karena Surabaya makin panas jadi mengurangi konsentrasi dalam berkendaraan? Atau karena saya lapar jadi tidak konsentrasi? Atau orang-orang seSurabaya pada terburu-buru jadi kemarin ngebut semua? Atau saya yang kelelahan?

Atau mungkin ini tanda-tandanya saya harus ganti motor yang 125 cc? Hohohoho .....

listening : Ratu - Teman Tapi Mesra

eq @ 06:43