Thursday, August 04, 2005
Mencintai Itu Pilihan

Cinta yang sebenarnya adalah kata kerja (verb). Cinta yang merupakan perasaan hanyalah hasil dari cinta yang merupakan kata kerja. Perasaan cinta hanyalah hasil dari tindakan mencintai. Karena itu untuk merasakan cinta, kuncinya hanya satu : Mencintainya ! Perasaan cinta tak akan pernah tumbuh kalau orang tidak berusaha untuk mencintai. Jadi, kalau ada cinta yang menjadi layu, tentu penyebabnya karena cinta itu tak pernah "dipupuk dan disirami". Cinta tak akan datang dengan sendirinya.

Cinta adalah hasil dari mencintai, sebuah kata kerja yang aktif. Mencintai adalah keputusan kita, pilihan kita. Dalam kondisi apapun kita senantiasa memiliki dua pilihan. Kita dapat memperbesar cinta kita ataupun memperkecilnya. Kita memperbesar cinta yang ada dengan memberikan "setoran" kepada rekening bank emosi pasangan kita. Sebaliknya kita memperkecil cinta tersebut dengan melakukan "tarikan" kepada rekening bank emosi pasangan kita.

Rekening bank emosi, setorannya itu bukanlah sesuatu yang sulit diwujudkan. Cukup dengan melakukan berbagai kebaikan, memberikan perhatian, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, berempati dengan perasaanya, menepati janji, minta maaf bila kita bersalah, menjaga kehormatannya dan setia setiap saat. Rasanya tidak ada seorang pun yang tidak bisa melakukannya, terlebih bila kita sadar bahwa pasangan kita ini adalah orang yang telah kita pilih untuk menjadi pendamping seumur hidup. Bahkan pasangan kita ini adalah ibu atau bapak dari anak-anak kita.

Intinya untuk memberi setoran pada rekening bank emosi, setiap orang pada prinsipnya mampu melakukannya. Demikian pula dengan tarikan pada rekening bank emosi ini. Cukup dengan sikap tidak menghormatinya, berbicara dengan nada tinggi, tak mau mendengarkan apa yang dikatakannya, mau menang sendiri dan tidak setia, secara perlahan tapi pasti semakin kering dan layulah cinta kita.

Dengan memahami konsep ini, menjadi makin jelaslah bahwa kita dapat mengontrol cinta. Kita dapat memilih untuk mencintai atau tidak mencintai. Kita mempunyai kebebasan untuk memilih tindakan kita dan tindakan itu akan mempengaruhi perasaan kita. Kalau saja kita dan pasangan kita senantiasa berusaha untuk memberikan setoran-setoran yang tak lain adalah kebaikan setiap harinya, maka perasaan cinta itu akan terus lahir dengan sendirinya. Tak heran bila ada pasangan yang merasa justru semakin tua mereka merasa semakin tak terpisahkan.

Cinta memang melibatkan perasaan, tapi yang terutama cinta itu adalah sebuah tindakan dan pilihan hidup. Seorang bijak pernah mengungkapkannya dengan sangat indah, "Menikahlah dengan orang yang kamu cintai, kemudian cintailah orang yang telah kamu nikahi".

- from "Noor" monthly magazine -

listening : Disturbed - Stupify

*Mohon maaf teman2 sekalian, eQ bulan ini sibuq lahir batin. Jadi mungkin akan jarang blogwalking, jarang apdet link dan aksesoris di sidebar, jadi mohon maaf sebesar2nya. Mohon doanya ya..supaya eq tetep sehat dan bisa menjalani bulan Agustus yang ceria ini [banyak acara sekali....]

eq @ 19:55