Friday, June 17, 2005
Menu Kepepet

TELUR AMBURADUL

Bahan :
2 butir telur ayam
1 bungkus peyek
1 botol saus Thousand Island
1 sendok teh garam
1 sendok makan margarin

Cara Penyajian :
  1. Kocok 2 butir telur ayam dalam mangkuk, tambahkan 1 sendok teh garam atau sesuka hati sesuai selera.
  2. Panaskan margarin dalam wajan atau teflon atau apapun yang bisa dibuat penggorengan.
  3. Masukkan telur secara cepat, langsung orak arik secara kasar sambil membayangkan scrambled egg-nya McDonalds. Jangan terlalu gosong, biarpun masih kuning muda asal udah cukup matang segera angkat telur dari penggorengan.
  4. Letakkan scrambled egg di atas piring. Tambahkan saus Thousand Island secukupnya. Dianjurkan jangan terlalu banyak, karena saus ini lebih mahal dibandingkan saus tomat biasa.
  5. Nikmati scrambled egg saus Thousand Island dengan nasi putih hangat ditambah nikmatnya sebungkus peyek kacang.

Hueeeeee eq memasak !!!! Gara2 kepingin scrambled egg-nya McD, berhubung udah nyampe rumah males keluar males delivery, jadinya bikin scrambled egg sendiri. Yang bikin aneh itu Thousand Island lawan Peyek !!! Dan setelah kumakan....emmm.....ga nyambung blas. Berhubung perut laper, yasudlah dimakan saja menu tidak karuan itu..huhuhuhu.

Oya, lewat postingan ini eq mengucapkan Turut Berduka Cita atas meninggalnya mbak Indri A32 [Arsitektur Angk. 97] dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya ITS [depan Poltek Elka arah ITS]. Mbak Indri seharusnya mengikuti sidang Tugas Akhir hari ini [Jumat, 17 Juni 2005], tetapi Allah berkehendak lain. Kemarin [Kamis, 16 Juni 2005] pukul 18.30 mbak Indri yang berniat ke arah UPT mengalami musibah, yaitu ditabrak Honda Jazz warna hitam yang dikendarai oleh seorang pemuda berumur 16 tahun !!!! Mbak Indri yang mengendarai motor setelah putar balik, tentunya tidak dalam kecepatan yang tinggi, tiba2 dari belakang mobil itu dengan kecepatan tinggi menghantam mbak Indri dan motornya sampai terseret kurang lebih 100 meter dan berhenti tepat sebelum halte Poltek Elka ITS. Menurut desas desus, katanya kepala Almarhumah pecah dan langsung meninggal di tempat kejadian. Ya Allah...

Jenazah dibawa pulang ke rumah duka yaitu Pare-Kediri pada malam kemarin pukul 21.00 bersama teman2 Arsitek dan civitas akademika yang lain. Tadi pagi sekitar pukul 09.00 diadakan tabur bunga di tempat kejadian. Seluruh civitas akademika [dosen, karyawan dan mahasiswa] memberikan penghormatan terakhir, selain dengan berdoa, menaburkan bunga juga menutup dua ruas jalan Raya ITS serta akses dari FTK [jalan Teknik Kimia] yang hanya bisa dilalui oleh civitas akademika ITS.

Tadi, seluruh dosen dan karyawan Teknik Geodesi pada ngikut tabur bunga, tidak ketinggalan eq dunk ! Berhubung jalan ditutup, kita semua berjalan dari Bunderan ITS ke TKP. Ga tau ya berapa meter..hehehe..padahal dulu sempat ngukur daerah situ lho. Di tempat kejadian, emang suasananya sangat...panas ! Matahari menyengat bo', tapi kita tetep khidmat. Darahnya masih tersisa di trotoar dan jalan. Mungkin kepalanya kena trotoar. Darahnya masih kliatan merah, kalo yang di aspal jadi item.

Sebenarnya, jalan Raya ITS diperlebar dan diperbagus bin mulus karena kerjasama dengan PT. Pakuwon untuk kelancaran akses menuju perumahan Laguna. Ga ada masalah, berhubung jalannya mulus dikhawatirkan pengendara akan ngebut kalo lewat situ. Akhirnya dibangunlah speed trap [semacam polisi tidur tapi kecil dan banyak kayak di Tol ato deket rel kereta api]. Di sepanjang jalan itu juga sudah dipasang rambu2 untuk mengurangi kecepatan sampai 40 km/jam. Selain itu, daerah tersebut kan merupakan lingkungan akademik, pastinya banyak mahasiswa lewat terutama yang naik motor. Tapi kemaren kayaknya ga berlaku deh rambu2 itu, kalo bisa nebak si pengendara mobil pasti kecepatannya di atas 80 km/jam [dilihat dari kondisi mobil yang pesok abizz].

Dari kejadian kemaren, bisa jadi pembelajaran buat semua, eq juga. Eq doyan ngebut apalagi di jalan Raya ITS dan terutama kalo udah telat, hueee bisa2 naik motor tuh kecepatan antara 60 - 80 km/jam, kalo naik mobil..ya 40 - 60 km/jam, ga brani banter takut sepeda motor. Emang sih kudu lihai deh kalo nyetir, kudu kenal daerah. Berhubung eq udah kenal situasi dan kondisi ITS (mungkin) eq bisa menyesuaikan dan cepat membaca situasi, intinya adalah berdoa dan hati2. Respon masyarakat atas kejadian diatas macem2. Ada yang bilang perlu tinjau ulang pemasangan speed trap, ada yang komen perilaku berkendaraan masyarakat Surabaya sangat jelek dan tidak beraturan [emang]. Yasudlah, semua ini jadi pembelajaran buat semua, banyak banget sebenernya yang bisa diambil dari kejadian ini [dari sudut pandang eq dengan kapasitas sebagai mahasiswa ITS] :

  1. Jalan Raya ITS itu daerah kampus, lingkungan akademis. So, bagi masyarakat umum yang ada keperluan menggunakan jalan tersebut dimohon mengikuti peraturan yang ada dan menghormati Keluarga Besar ITS yang menggunakan jalan itu.
  2. Berhati2lah kalo menyetir kendaraan apapun itu. Kalo naik sepeda pancal ya liat2 kalo mau belok jangan guyon ae ama temennya, kalo naik motor ya gitu jangan mentang2 naik motor trus sak enake dewe [eq banget hehehehe], yang naik mobil harap berhati2, banyak putar balik di jalan Raya ITS, banyak sepeda motor, jangan ngebut, kalo mau ngebut di tol aja.
  3. Bagi Keluarga Besar ITS jangan mentang2 yang punya jalan trus yo ngebut, sak enake dewe, harap dipatuhi juga peraturannya.
  4. Buat semuanya, berkendaraanlah dengan baik. Kendalikan kendaraan anda, bukan anda yang dikendalikan oleh kendaraan !

Semoga setelah kejadian ini, seluruh pengguna jalan Raya ITS [khususnya] dapat lebih berhati2 dalam mengendarai kendaraannya. Harap ilmu2 yang diperoleh selama ujian pengambilan SIM diterapkan, jangan cuma pengertian tanpa pengamalan. Eq juga, jangan ngebut lagi ya.....hiii padahal depan Poltek itu ada pohon beringinnya...ntar kalo malem2 lewat situ yak apa ya ???? hueeee...Sholawat q... dan kabar terakhir yang eq dapet dari anak2 Kantin Pusat, katanya si pengendara mobil yang menabrak itu dilepaskan alias tidak ditahan. Well liat aja besok, kliatannya anak2 mau demo nih. Umur 16 men udah pegang mobil..Honda Jazz pisan....uang tidak bisa membeli men, hukum harus ditegakkan. Mmmm apakah udah ada hukum yang mengatur anak dibawah umur dilarang membawa kendaraan bermotor? Well, kalo berurusan dengan mahasiswa, semuanya tidak akan berlalu begitu saja. Eq cuman bisa berharap semoga masalah setelah musibah ini tidak menyangkut SARA, karena yang eq takutkan cuman itu. Walopun eq pro temen2 ITS untuk menegakkan hukum, eq ga pingin gara2 SARA nanti jadi panjang critanya. Semoga semuanya bisa diatasi secara baik dan benar dan sesuai dengan yang semestinya. Amin.

listening : Souljah - Mati Menahan Rindu

eq @ 22:10