Wednesday, August 25, 2004
Berduka Cita

Telah meninggal Putih, kucingnya eq yang sudah 2 bulan ini sakit. Mulai kejang-kejang jam 7 pagi. Ditemukan tergeletak lemas dikamarnya Yupah, lalu ibu membacakan surat Yasiin agar kepergiannya lancar. Tidak lama kemudian Putih meninggal. Penguburan "bathang" kucing dilakukan di bawah pohon cemara depan rumah oleh tukang becak setempat jam setengah 8 pagi. Kuli bangunan di rumah pun ikut menggali peristirahatan terakhir Putih.

Kami semua berduka. Menangis ? jelas. Gejala awal dimulai waktu aku KP di Malang. Kata Yupah, Putih nggak mau makan dan lebih sering mengintip kamarku. Aku pun pulang, tapi tidak merubah keadaan, dia hanya lebih banyak mengeong melihat aku. Makin lama perutnya makin membuncit. Aku pikir dia kekenyangan. Membesarnya perut Putih juga disertai turunnya nafsu makan Putih, dia jadi sullit makan, nggak pernah be-ol, pipisnya kuning dan perutnya makin mengeras membentuk seperti bola rugby. Dia seperti kucing hamil, padahal Putih kucing jantan.Aku dan ibu sempat kepikiran, jangan-jangan Putih cacingan.

Akhirnya, tetangga yang merupakan calon dokter hewan pun dipanggil. Dia menganjurkan Putih untuk minum amoxilin dan vitamin B complex, untuk menambah nafsu makan. Selama 5 hari Putih di-injeksi. Setelah itu ibu memberi Combantrin pada Putih (dari awal ibu pingin kasih Combantrin). Besoknya, kita calling tetanggaku lagi. Kali ini dia meminta agar kami memberikan Dulcolax, biar Putih bisa be-ol. Dia pun memberikan beberapa nasihat dan alternatif jika Putih tidak mengalami perubahan agar dibawa ke dokter hewan. Soalnya ada kemungkinan sakit hepatitis atau penyakit interna, jadi perlu dirontgen.

Dalam 3 hari, Putih dikasih Dulcolax dan keadannya membaik. Dia bisa be-ol. Perutnya nggak lagi keras dan mblendhuk-nya nggak sebesar dulu. Putih kliatan gembira, bebannya berkurang. Pangkal pahanya kelihatan. Jadinya kita nggak jadi bawa Putih ke dokter hewan. Tapi pagi ini, Putih mati. Maafkan aku Putih, kalau dulu sering ngatain kamu tukang pipis sembarangan, kalau ngelus-ngelusnya baru sekarang waktu kamu sakit.

Aku ikhlas kok, emang mungkin kamu lebih baik pergi dan berada disana...

Selamat jalan Putih, good bye..

ps : baru kali ini kucing piaraanku mati di rumah, biasanya mereka mati di jalan atau pergi nggak kembali. hiks hiks..

eq @ 10:09